Selamat bersua disini

Rabu, 06 November 2013

Teka Teki Silang



Petunjuk :
Lembar jawaban harus diunduh terlebih dahulu dengan mengklik tombol kiri pada gambar lalu klik kanan mouse anda kemudian "save image as" dan simpan pada komputer anda dalam file gambar (jpeg atau bmp). Untuk mencantumkan jawaban pada form yang diunduh tadi gunakan program paint.
Selamat mencoba semoga sukses !!!



Pertanyaan mendatar :
5. Kesombongan; kesewenangan; 8a.Alat kerja cleaning service; 8b.Salah satu nama anggota Punokawan; 9.Kemerosotan, kebobrokan;  12.Bukan jalan tembus;  13.Nama satu kota di Sulawesi; 14.Lembaran logam yang sangat tipis;  15.Harapan;  18.Minuman khas Korea yang terbuat dari kotoran manusia; 24.Air terjun di AS;  26.Patokan, landasan; pegangan;  27.Memberi hembusan angin lewat mulut;  28.Shaum  29.Wanita Mantan PM.Inggris;  30.Yang diperingati setiap tanggal 12 Juli; 33.Logam dengan symbol Au; 36.Pelindung kepala saat mengendarai motor; 37.Pemberitaan melalui corong suara;  39.Nama buah yang bersisik dan bermahkota;  40. Nama depan pembalap wanita Indonesia tingkat Asia Tenggara.

Pertanyaan menurun : 
1.Pramuka; 2.Tampil di pentas berempat; 3.Saran; 4.Era; 5.Dikau; 6.Ikut ambil bagian dalam upaya bersama; 7.Cepat saji; 10.Pemimpin kelompok,  11. Yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah; 12.Bercahaya terang disaat malam purnama;  13.Suara macan;  16.Cara;  17. Mata uang Jerman; 19.Surat Perintah Sebelas Maret;  20. Sebutan oleh orang Indonesia untuk VOC;  21. Gelar pencapaian  akademik yang berarti dengan kehormatan atau dengan pujian; 22. Nama stasiun kereta api di Jakarta; 23.Perlengkapan sholat kaum wanita  25.Bukan professional; 31.Pilihan;  32. Tali gitar, tali raket; 34.Bahan pencuci; 35.Alat penjepit; 36.Upaya mempercantik, memperindah; 38.Pegas.

Jawabannya seperti dibawah : 

Jumat, 01 November 2013

Pra Revitalisasi Sistim Instalasi Pengolahan Air Limbah Kantin Sekolah



Pendahuluan
Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Pengelolaansumber daya air yang kurang baik dapat menyebabkan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik.

Upaya pengendalian pencemaran air yaitu mengendalikan kualitas air masukan ke badan air penampung yaitu sungai kecil dan persawahan. Dalam rangka melaksanakan pengendalian pencemaran air, Pemerintah telah mengundangkan beberapa peraturan antara lain UU. No. 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup; UU. No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air; dan PP. No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air serta lainnya.

Berangkat dari Undang Undang tersebut, kelompok KIR SMAN 9 Sarua Kota Tangerang Selatan mencoba melakukan upaya pengendalian pencemaran air kantin sekolah sekalipun tingkat pencemaran yang ada masih dalam kategori ringan.  SMAN 9 Sarua senantiasa berupaya agar kualitas air terutama pada sungai kecil dan sawah  dapat dikendalikan dengan baik dan sesuai dengan kebijakan MenLH berdasarkan UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air maupun PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Langkah pengendalian pencemaran air sebelumnya yaitu pengendalian pencemaran air (PPA) kantin yang telah diwujutkan sampai pembangunan pilot plant instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Kantin sekolah serta IPAL Musholla untuk pengendalian  pencemaran air lingkungan musholla SMAN 9 Sarua.

Pra revitalisasi ini dilakukan sebagai evaluasi terhadap keberadaan sistim penjernihan air limbah  kantin sekolah SMAN 9 Sarua yang ada serta sistim penjernihan air buangan musholla, guna mengefektifkan fungsi dan peranannya sehingga menjadi lebih baik, aman dan ramah lingkungan.

Hasil Observasi
IPAL Musholla
Keadaan IPAL Musholla  seperti pada gambar,  berdasarkan observasi terkini diketahui bahwa air bak penampung (kolam) sangat keruh dan berlumpur, tidak ada aliran serta disekitarnya terkesan kumuh karena bagian belakang unit pengolahan kompos dijadikan gudang tempat penimbunan kardus.

IPALKantin
Berdasarkan observasi diketahui bahwa aliran air kantin kini tidak masuk bak pengolahan dan langsung menuju saluran buangan. Pipa saluran limbah kantin menuju bak filtrasi tidak tersambung dengan baik sehingga limbah tidak terolah. Sarana yang ada menggunakan cara filtrasi menggunakan ijuk. Dapat dimaklumi bahwa limbah kantin yang mengalir ke bak penampung disaring oleh filter tersebut sehingga semua kotoran akan tertahan pada filter. Kelemahan dari sistim filtrasi tersebut adalah sulit dan repot dalam membersihkan atau mengganti filter yang penuh kotoran kantin.

Usulan Revitalisasi
Revitalisasi adalah upaya yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan menyempurnakan kekurangan pada sistim yang telah ada agar dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan efektif serta sesuai dengan persyaratan suatu unit pengolahan limbah sederhana. Dalam mencapai maksud tersebut beberapa usulan kiranya perlu dikemukakan sebagai berikut :

Revitalisasi IPAL Musholla
Sarana yang ada perlu dilengkapi sistim saluran buang dengan mempertimbangkan teknis pengaturan pipa buang. Pipa salurang buang sebaiknya dipasang mengarah ke bibir tebing dan ditanam kira-kira 50 Cm. Pipa saluran buang dipasang guna mengantisipasi kenaikan volume bak penampung. Disamping itu diperlukan pula penataan taman disekitar bak penampung.

Revitalisasi IPAL Kantin
Berbagai kotoran kantin seperti sisa nasi, mie, sisa minuman jus, minyak sayur serta air sabun mudah tertahan pada filter dan memerlukan upaya pembersihan yang intensif. Limbah kantin termasuk golongan limbah organik sehingga perlu dipikirkan untuk memanfaatkannya menjadi bahan baku pupuk organik. Berdasarkan pantauan hasil observasi diusulkan agar limbah kantin ditampung dalam bak pengolahan. Bak pengolahan memiliki 3 saluran yang terdiri dari 1 saluran masuk, 1 saluran buang air jernih hasil olahan dan 1 saluran buang lagi untuk menampung limbah organik. Semua saluran tersebut tidak perlu dipasang filter.

Limbah kantin dimasukkan dalam bak penampung lalu diberi tawas agar lekas mengendap. Setiap 3 hari limbah dikumpulkan dalam bak dan diberi tawas. Keesokan harinya dilakukan pembuangan dengan membuka katup buang saluran air jernih hasil olahan lalu setiap 1 minggu memindahkan endapan kedalam jerigen guna diolah lebih lanjut menjadi pupuk organik.

Pupuk organik yang dimaksud adalah hormon bagi tanaman. Limbah kantin dicampurkan dengan starter POC produk KIR sehingga menjadi hormon yang dapat meningkatkan kesuburan tanaman.



Situasi Instalasi Penjernihan Air Lingkungan Musholla SMAN 9 
(A.  Air yang berasal dari tempat wudhu dan telah tersaring;
B. Tempat wudhu; C. Musholla SMAN 9 Tangsel). 

 
Kelompok KIR SMAN 9 Tangsel

Mendampingi siswa berkunjung ke Lab ITI Serpong.

Air lingkungan

Starter Pupuk Organik dari Fermentasi Isi Perut Ikan.


 
Video Kegiatan KIR

Backlink :
Instalasi Pengolahan Air Limbah, Puslitbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.
http://123.231.252.9/index.php/hasil-litbang?start=10

http://123.231.252.9/index.php/hasil-litbang/342-instalasi-pengolahan-air-limbah-sederhana


Kamis, 11 Oktober 2012

Perchrom dan Pernekel

In the Galvanizing, required electrolyte solution as the media provided by dissolving chromium powder into concentrated HCl. Other than that required power from the transformer or batteries or battery. Galvanizing Process involves the relationship between a thick layer of chromium (W) with time (t), the amount of Ampere (i), the relative Chrom Atomic Numbers (Ar), electrolyte concentration (n) and constant coulomb (96500). The relationship is principle of Faraday's law 1. Similarly glance info, further discussion please send E-mail to: galihway@yahoo.co.id

Senin, 04 Juli 2011

MENGENAL KIR [KOMUNITAS ILMIAH REMAJA]














Kelompok Ilmiah Remaja (disingkat KIR) adalah kelompok remaja yang melakukan serangkaian kegiatan yang menghasilkan karya ilmiah. KIR merupakan kegiatan ekstrakurikuler di SMP, SMA, SMK, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah maupun pondok pesantren. Ekstrakurikuler ini merupakan organisasi yang sifatnya terbuka bagi para remaja yang ingin mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini maupun masa yang akan datang.

Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) atau Youth Science Club (YSC) awalnya dibentuk untuk remaja yang berusia sekitar 12-18 tahun oleh UNESCO pada tahun 1963, tetapi pada tahun 1970 batasan umur tersebut dirubah menjadi 12-21 tahun. Youth Science Club (YSC) di Indonesia dikenal dengan nama Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang terbentuk atas inisiatif remaja Indonesia sendiri. Diawali pada tahun 1969, Koran Harian Berita Yudha membentuk Remaja Yudha Club (RYC). Selanjutnya setelah difasilitasi oleh LIPI dan mengalami berbagai perkembangan, Remaja Yudha Club berubah menjadi Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

Tujuan yang harus dicapai oleh anggota KIR secara individual adalah pengembangan sikap ilmiah, kejujuran dalam memecahkan gejala alam yang ditemui dengan kepekaan yang tinggi dengan metode yang sistematis, objektif, rasional dan berprosedur sehingga akan didapatkan kompetensi untuk mengembangkan diri dalam kehidupan.

Kelompok Ilmiah Remaja yang dikembangkan di sekolah mempunyai beberapa manfaat antara lain adalah sebagai berikut:

1.Membangkitkan rasa keingintahuan terhadap fenomena alam yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.Meningkatkan kemampuan berpikir terhadap fenomena-fenomena alam.
3.Meningkatkan kreativitas yang menumbuhkan kemampuan berkreasi dan daya kritis.
4.Menambah wawasan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi.
5.Meningkatkan keterampilan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
6.Meningkatkan minat membaca tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi.
7.Memperluas wawasan dan kemampuan komunikasi melalui pengalaman diskusi, debat, dan presentasi ilmiah.
8.Memperkenalkan cara-cara berorganisasi secara formal.
9.Sebagai wahana untuk menempa kedewasaan sikap dan kepribadian.
10.Mengenal sifat-sifat ilmiah, jujur, optimis, terbuka, percaya diri, toleransi, kreatif, dan kritis.
11.Sebagai ajang uji coba prestasi dan prestise.
12.Membuka kesempatan untuk mendapat prioritas melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas.